Kamis, 16 Februari 2012

Topologi Jaringan

Pengertian Topologi Jaringan

Topologi pada dasarnya adalah peta dari sebuah jaringan. Topologi jaringan terbagi lagi menjadi  dua,  yaitu  topologi  secara  fisik  (physical  topology)  dan  topologi  secara  logika (logical topology). Topologi secara fisik menjelaskan bagaimana susunan dari kabel dan Komputer dan lokasi dari semua komponen jaringan. Sedangkan topologi secara logikamenetapkan bagaimna informasi atau aliran data dalam jaringan.
Kabel atau koneksi dalam physical topology seringkali mengenai media jaringan (atau media fisik).  Memilih  bagaimana  komputer-komputer  akan  dihubungkan  dalam  suatu  jaringan sangat penting (terlebih lagi dalam jaringan perusahaan).
Pemilihan topologi yang salah akan membuat sangat sulit untuk membenarkannya, karena hal tersebut tentu saja  merugikan. Sangat penting untuk memilih bagaimana topologi yang tepat  untuk jaringan yang akan digunakan. Biasanya suatu organisasi atau perusahaan merubah susunan fisik dan media fisik jaringannya sekali dalam sepuluh tahun. Jadi sangat penting untuk memilih konfigurasi yang tepat.
Dalam tulisan ini akan dijelaskan topologi yang paling umum digunakan:
              Bus
              Star (Bintang)
              Ring
              Mesh

Topologi Bus
Topologi bus seringkali digunakan ketika jaringannya berukuran kecil, simpel, atau bersifat sementara. Sangat sederhana dalam instalasi, dan ekonomis dalam hal biaya.


 





















 





 
Topologi Bus



Bagaimana Jaringan Bus Bekerja
Tipikal dari jaringan bus, kabel hanya satu atau lebih wires, tanpa adanya alat tambahan yang menguatkan sinyal  atau melewatkannya terus dari  komputer ke  komputer. Topologi bus merupakan topologi yang pasif. Ketika asatu komputter mengirim signal up (dan down), semua komputer dalam jaringan menerima informasi, tetapi hanya satu komputer yang menyetujui informasi tersebut (komputer yang memiliki alamat yang sama dengan alamat yang menjadi tujuan dalam pesan). Sedangkan komputer yang lainnya akan menghiraukan pesan tersebut. Topologi dari jaringan bus menggunakan broadcast channel yang berarti setiap komputer atau peralatan  yang  terhubung  dapat  mendengar  setiap  pengiriman  dan  semuanya  memiliki prioritas  yang  sama  dalam  menggunakan jaringan  untuk  mengirimkan  data.  Analoginya sebagai berikut bila  berada disatu tempat dimana Anda berkumpul dengan teman-teman Anda, lalu Anda mencoba memanggil teman Anda yang bernama Joe, pasti teman Anda (yang bernama Joe) akan mendengar dan menghampiri Anda, dan yang lain  tentu akan menghiraukannya.

Keuntungan dari penggunaan Topologi Bus

Terdapat beberapa keuntungan dari penggunaan topologi bus:

     Bus  adalah  topologi  yang  sederhana,  dapat  diandalkan  untuk  penggunaan  pada jaringan yang kecil, mudah untuk digunakan, dan mudah untuk dimengerti.
     Bus hanya membutuhkan kabel dalam jumlah yang sedikit untuk menghubungkan komputer-komputer atau peralatan-peralatan yang lain dan oleh karena itu biayanya lebih murah dibandingkan dengan susunan pengkabelan yang lain.
     Cukup mudah apabila kita ingin memperluas jaringan pada topologi bus. Dua kabel dapat digabungkan pada kabel yang lebih panjang dengan menggunakan BNC barrel connector, membuat kabel menjadi lebih panjang dan membolehkan komputer- komputer lain untuk untuk dihubungkan ke dalam jaringan.
     Sebuah repeater dapat digunakan untuk memperluas jaringan, repeater digunakan untuk menguatkan sinyal sehingga dapat menempuh jarak yang lebih jauh.

Kerugian dari penggunaan Topologi Bus

Kerugian jika menggunakan bus:

·         Traffic  (lalu  lintas)  yang  padat  akan  sangat  memperlambat  bus.  Karena setiap komputer dapat mengirim setiap waktu dan komputer-komputer yang ada pada jaringan bus tidak saling berkoordinasi satu sama lain dalam menyediakan waktu untuk  mengirim.  Dalam  jaringan  bus  sejumlah  komputer  akan  menghabiskan sejumlah  bandwidth  (kapasitas  untuk  mengirimkan  informasi)  dengan  komputer- komputer yang saling mengganggu satu sama lain daripada berkomunikasi. Masalah tersebut akan bertambah parah jika jumlah komputer yang dihubungkan ke dalam jaringan bertambah banyak.
·         Setiap barrel connector yang digunakan sebagai penghubung memperlemah sinyal elektrik  yang  dikirimkan, dan  kebanyakan akan  menghalangi sinyal  untuk  dapat diterima dengan benar.
·         Sangat sulit untuk melakukan troubleshoot pada bus. Apabila ada kabel yang putus atau komputer yang tidak berfungsi dimanapun antara dua komputer akan menyebabkan komputer-komputer tersebut tidak dapat berkomunikasi satu sama lain. Putusnya kabel atau lepasnya konektor akan menyebabkan pemantulan dan membuat jaringan akan mati dan berhenti untuk beraktivitas. Untuk mengetahui putusnya kabel atau tidak, digunakan alat yang bernama Time Domain Reflector yang juga disebut cable tester.
·         Lebih lambat dibandingkan dengan topologi yang lain.

 Topologi Bintang (Star)

Dalam topologi star, semua kabel dihubungkan dari komputer-komputer ke lokasi pusat (central location), dimana semuanya terhubung ke suatu alat yang dinamakan hub.













Topologi star digunakan dalam jaringan yang padat, ketika endpoint dapat dicapai langsung dari lokasi pusat, kebutuhan untuk perluasan jaringan, dan membutuhkan kehandalan yang tinggi. Topologi ini merupakan susunan yang menggunakan lebih banyak kabel dari pada bus dan karena semua komputer dan semua perangkat terhubung ke Center point.  Jadi bila ada salah satu komputer atau perangkat yang mengalami kerusakan maka tidak akan mempengaruhi yang lainnya (jaringan).

Bagaimana Jaringan Star Bekerja
Setiap   komputer   dalam   jaringan   bintang   berkomunikasi   dengan   central   hub   yang mengirimkan kembali pesan ke semua komputer (dalam broadcast star network) atau hanya ke komputer yang dituju (dalam switched star network). Hub dalam broadcast star network dapat menjadi aktif ataupun pasif. Active hub memperbaharui sinyal elektrik yang diterima dan mengirimkannya ke semua komputer yang terhubung ke hub. Hub tipe tersebut sering disebut juga dengan multiport repeater. Jika kita menggunakan hub memiliki 32 port, dengan seluruh port  terisi,  maka collision akan sering terjadi  yang  akan  mengakibatkan kinerja jaringan  menurun.  Untuk  menghindari  hal  tersebut  kita  bisa  menggunakan switch  yang memiliki kemampuan untuk menentukan jalur tujuan data. Active hub dan switch membutuhkan tenaga listrik untuk menjalankannya. Pasisive hub, seperti wiring panel atau blok punch-down, hanya berfungsi sebagai titik koneksi (connection point) dan tidak melakukan penguatan sinyal atau memperbaharui sinyal. Passive hub tidak membutuhkan tenaga listrik untuk menjalankannya.
Jaringan Bintang Hybrid (Hybrid Star Network)
Kita dapat menggunakan beberapa tipe  kabel untuk mengimplementasikan jaringan star. Hybrid hub dapat digunakan untuk mengakomodasi beberapa tipe kabel dalam satu jaringan bintang.










Keuntungan dari penggunaan Topologi Star

Keuntungan dari penggunaan topologi star:

      Cukup mudah untuk mengubah dan menambah komputer ke dalam jaringan yang menggunakan topologi star tanpa mengganggu aktvitas jaringan yang sedang berlangsung. Kita hanya tinggal menambah kabel baru dari komputer kita ke lokasi pusat (central location) dan pasangkan kabel tersebut ke hub. Bila kapasitas dari hub pusat sudah melebihi, maka kita tinggal mengganti hub tersebut dengan hub yang memiliki jumlah port yang lebih banyak.
      Pusat dari jaringan star merupakan tempat yang baik untuk menentukan diagnosa kesalahan  yang  terjadi  dalam  jaringan.  Intelligent  hub  merupakan  hub  yang dilengkapi dengan  microprocessors yang  selain  memiliki  fitur  sebagai  tambahan untuk mengulang sinyal jaringan juga melakukan monitor yang terpusat dan manajemen terhadap jaringan.
      Apabila satu komputer yang mengalami kerusakan dalam jaringan maka komputer tersebut  tidak  akan  membuat  mati  seluruh  jaringan  star.  Hub  dapat  mendeteksi kesalahan  dalam  jaringan  dan  memisahkan  komputer  yang  rusak  tersebut  dari jaringan dan memperkenankan jaringan untuk beroperasi kembali.
      Kita dapat menggunakan beberapa tipe kabel di dalam jaringan yang sama dengan hub yang dapat mengakomodasi tipe kabel yang berbeda.

Kekurangan dari penggunaan Topologi Star

Topologi star mempunyai kekurangan sebagai berikut:

      Memiliki satu titik kesalahan, terletak pada hub. Jika hub pusat mengalami kegagalan, maka seluruh jaringan akan gagal untuk beroperasi.
      Memerlukan alat pada central point untuk mem-broadcast ulang atau pergantian traffic jaringan (switch network traffic).
      Membutuhkan lebih banyak kabel karena semua kabel jaringan harus ditarik ke satu central point, jadi lebih banyak membutuhkan lebih banyak kabel daripada topologi jaringan yang lain.

Topologi Cincin (Ring)
Penempatan kabel yang  digunakan pada ring menggunakan desain yang sederhana. Pada topologi ring, setiap komputer terhubung ke komputer selanjutnya, dengan komputer terakhir terhubung ke komputer yang pertama. Tetapi sayangnya, jika akan dilakukan penambahan atau  pengurangan  komputer  dalam  jaringan  tentu  saja  akan  mengganggu  keseluruhan jaringan.


 









Topologi ring digunakan dalam jaringan yang memiliki performance tinggi, jaringan yang membutuhkan bandwidth untuk fitur yang time-sensitive seperti video dan audio, atau ketika performance dibutuhkan saat komputer yang terhubung       ke jaringan dalam jumlah yang banyak.

Bagaimana Jaringan Ring Bekerja

Setiap komputer terhubung ke komputer selanjutnya dalam ring, dan setiap komputer mengirim apa yang diterima dari komputer sebelumnya. Pesan-pesan mengalir melalui ring dalam satu arah. Setiap komputer yang mengirimkan apa yang diterimanya, ring adalah jaringan yang aktif. Tidak ada akhir pada ring.
Beberapa jaringan ring melakukan token passing. Pesan singkat yang disebut dengan token dijalankan melalui ring sampai sebuah komputer menginginkan untuk mengirim informasi ke komputer yang lain. Komputer tersebut lalu mengubah token tersebut, dengan menambahkan alamatnya dan menambah data, dan mengirimnya melalui ring. Lalu setiap komputer secara berurutan akan menerima token tersebut dan mengirimkan informasi ke komputer selanjutnya sampai  komputer  dengan alamat yang dituju dicapai atau token  kembali  ke  komputer pengirim (asal pengirim pesan). Komputer penerima akan membalas pesan ke asal pengirim pesan tadi mengindikasikan bahwa pesan sudah diterima. Lalu asal pengirim pesan akan membuat token yang lain dan menaruhnya di dalam jaringan, dan token tersebut akan terus berputar sampai ada komputer lain yang menangkap token tersebut dan siap untuk memulai pengiriman.

Keuntungan dari penggunaan Topologi Ring

Keuntungan dari penggunaan topologi ring:
·         Tidak ada komputer yang memonopoli jaringan, karena setiap komputer mempunyai hak akses yang sama terhadap token.
·         Data mengalir dalam satu arah sehingga terjadinya collision dapat dihindarkan.


Kekurangan dari penggunaan Topologi Ring

Topologi ring mempunyai kekurangan sebagai berikut:
·         Apabila   ada   satu   komputer   dalam   ring   yang   gagal   berfungsi,   maka   akan mempengaruhi keseluruhan jaringan.
·         Sulit untuk mengatasi kerusakan di jaringan yang menggunakan topologi ring.
·         Menambah atau mengurangi komputer akan mengacaukan jaringan.
·         Sulit untuk melakukan konfigurasi ulang.

Topologi Mesh

Di antara topologi yang lain topologi mesh memiliki hubungan yang berlebihan antara peralatan-peralatan yang ada. Jadi susunannya, setiap peralatan yang ada didalam jaringan saling terhubung satu sama lain. Dapat dibayangkan jika jumlah peralatan yang terhubung sangat banyak, tentunya ini akan sangat sulit sekali untuk dikendalikan dibandingkan hanya sedikit peralatan saja yang terhubung.


 




















Instalasi Mesh

Kebanyakan jaringan yang menggunakan topologi mesh akan mengalami kesulitan dalam instalasi  jika  peralatan  yang  terhubung  jumlahnya  bertambah  banyak,  karena  jumlah hubungan yang disambungkan semakin banyak jumlahnya. Jadi jika ada n peralatan (komputer) yang akan kita  sambungkan, maka perhitungannya adalah n(n-1)/2. Jadi jika terdapat 5 komputer, maka hubungan yang akan dibuat sebanyak 5(5-1)/2 atau 10 hubungan. Jadi jika komputer yang terhubung semakin banyak maka semakin banyak pula hubungan yang akan diatur. Topologi ini cocok untuk digunakan pada sistem yang kecil.

Keuntungan dari Penggunaan Topologi Mesh

Keuntungan dari penggunaan topologi mesh:

·         Keuntungan utama dari penggunaan topologi mesh adalah fault tolerance.
·         Terjaminnya   kapasitas   channel   komunikasi,  karena   memiliki   hubungan  yang berlebih.
·         Relatif lebih mudah untuk dilakukan troubleshoot.


Kerugian dari Penggunaan Topologi Mesh

Topologi mesh mempunyai kekurangan sebagai berikut:

·         Sulitnya pada saat melakukan instalasi dan melakukan konfigurasi ulang saat jumlah komputer dan peralatan-peralatan yang terhubung semakin meningkat jumlahnya.
·         Biaya yang besar untuk memelihara hubungan yang berlebih.



Referensi

1 Networking Complete”, Sybex, 2000.



 
2 Groth, David,”Network + ™ Study Guide Third Edition”, Sybex, 2002.


4 Sembiring, Jhony H., Jaringan Komputer Berbasis Linux”, Elex Media Komputindo,

2001.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar